Jl. Cipete Raya No. 76 Jakarta Selatan
BB Pin : 276578F5 | Phone : +62 21 759 080 78
Beranda > news > Era Musik Digital

Era Musik Digital

Siapa yang mau beli musik digital Indonesia?

Tidak dapat dipungkiri lagi penjualan album fisik sudah mulai terjun bebas diawal tahun 2000-an, sekaligus sebagai Sekaratnya penjualan Album musik dalam format kaset sampai saat ini. Penjualan Album musik dalam format kaset sebenernya nggak bisa dibilang mati juga, masih ada juga Album rilisan terbaru yang menggunakan format itu. mungkin karena faktor unik atau idealisme si musisi yang masih ingin merilis itu. agak aneh memang tapi itu masih ada meski tidak banyak, baik album dan jumlah kopi nya.

Awal tahun 2000-an Penjualan CD album musik mulai menurun, dengan penetrasi musik digital dalam bentuk mp3 yang begitu cepat. Ditunjang oleh semakin mudahnya orang mendownload di internet dan kemampuan gadget-gadget untuk memutar mp3, yang membuat penjualan Album dalam bentuk CD terjun bebas sampai sekarang.

Album dalam format digital dan penetrasi internet yang semakin meluas saat ini, membuat bermunculan berbagai layanan ditambah lagi smartphone murah yang memiliki banyak fitur terkini untuk mendengarkan musik.

Saat ini ada layanan beli album digital seperti iTunes, melon, langit musik, dll. Disini musisi dapan menjual album mereka secara digital, tidak perlu pusingin duplikasi album, pembeli karya mereka tinggal beli lalu download dan mendengarkan di player yang support dengan format yang mereka buat.

Dan yang sedang berkembang di luar sana, adalah layanan music streaming seperti spotify, guvera, ohdio, dll. Dimana penggemar musik berlangganan untuk dapat mengakses dengar lagu lagu yang disediakan, tidak perlu download dan menyediakan space khusus cukup streaming.

Layanan Digital Music Store seperti diatas sedang berkembang di Amerika dan eropa, terutama layanan streaming yang memungkinkan orang mendengarkan lebih banyak lagu tanpa harus membeli satu satu. Makin berkembangnya layanan streaming ini, membuat penjualan Full Track digital download perlahan menurun seperti yang dialami oleh iTunes.

Kalau di Indonesia bagaimana? Siapa yang mau beli musik digital di indonesia?

Mungkin di Indonesia masyarakatnya masih banyak yang belum terbiasa dengan membeli produk musik digital yang resmi, mungkin juga karena mudah dan bebasnya penjualan mp3 bajakan ataupun download di internet. Tinggal menunggu waktu saja masyarakat di Indonesia mulai banyak yang mengkonsumsi (membeli) musik digital, seperti yang terjadi diluar sana.

Jika karya lagu sudah masuk ke banyak Digital Store, itu sudah keputusan yang baik. Karena kita tidak dapat hanya mengandalkan penjualan album dalam satu bentuk saja, semakin banyak saluran penjualan yang di buka, maka akan semakin banyak yang akan terjual. Nah, yang lebih penting, bagaimana caranya agar orang mendengarkan sample lagunya dan membelinya?

Banyak musisi yang terfokus pada pasar di Indonesia saja, padahal kita sadar pasar yang menyerap produk musik digital disini masih belum banyak. Untuk penjualan musik digital, bagilah fokus untuk penikmat musik yang ada diluar negeri juga. 

Caranya?
Menjadi musisi berarti masuk dalam industri Kreatif, jadi silahkan berkreatifitas untuk memasarkan karya musikmu kepada pasar Global dengan cara yang kreatif sesuai dengan karya yang dibuat. Social Media banyak pilihannya, gratis lagi. Google menyimpan banyak inspirasi yang siap untuk dijelajahi dan diterapkan. Ada juga yang namanya youtube, dimana dia adalah mesin pencari terbesar nomer 2 setelah google. Manfaatkan youtube juga agar karyamu dapat ditemukan dengan mudah oleh penggemar musik dengan genre yang dianut, dan promosikan karyamu disana. 

Siapa yang mau beli musik digital Indonesia?
Jawabannya adalah banyak, tinggal bagaimana caranya agar musik digital yang telah dibuat, sampai kepada orang yang tepat (Suka dan mau membelinya) baik didalam maupun diluar negeri. Internet membuat dunia ini semakin "kecil", tinggal kreatifitas kita saja untuk memanfaatkannya. 
Kunjungi kami di Google+